FIN Komodo sudah ada di Malaysia dan Afrika

Otomania.com – Ternyata kendaraan serbaguna Fin Komodo asli buatan Indonesia sudah melenggang sampai negara Malaysia dan Afrika.

Padahal sebelumnya, menurut Dewa Yuniardi, Marketing PT Fin Komodo Teknologi (FTN) belum pernah mengirimnya ke luar negeri.

“Enggak sengaja keekspor. Kami hanya membuatnya, tidak menjual ini ke luar negeri,” ujarnya di Jakarta (24/4/2018).

“Jadi ada pihak pemesan yang kemudian mengekspor Komodo ke Malaysia dan Afrika,” lanjutnya.

Itu sebabnya, ia ikut merasa senang produk ini ternyata diterima konsumen di negara lain.

Fin Komodo memiliki dua varian yang diluncurkan 2017 lalu, yakni KD250X dan model basic KD250 AT

FIN Komodo Bantu Tangani Corona

Bandung

Mobil Formula Indonesia (Fin) Komodo digunakan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Bandung Raya. Mobil buatan anak negeri ini turut berpartisipasi dalam pemberantasan virus corona (COVID-19).

Mobil yang diproduksi oleh Ibnu Susilo di bengkel miliknya yang berada di Jalan Kolonel Masturi, Nomor 106 A, Kota Cimahi, Jawa Barat, ini merupakan mobil yang dicipta untuk segala medan.

“Mobilnya ini ukurannya kecil, untuk dua penumpang, mesinnya 250 cc, (transmisi) matic,” ujar Ibnu kepada detikcom, Selasa (7/4/2020).

Ia mengungkapkan, mobil ini bisa digunakan di segala medan, baik terjal ataupun berbatu. Tak hanya, itu mobil ini juga bisa digunakan untuk melakukan penyemprotan disinfektan yang masuk ke gang-gang sempit.

Mobil Nasional Komodo Perang Lawan Corona Foto: Dok.Kantor SAR Bandung

“Mobil ini sangat lincah, karena matic manuver di gang-gang, yang mobil biasa enggak masuk ini masuk. Ukuran panjang 2,7 meter, lebar 1,7 meter, tinggi 1,7 meter,” tutur Ibnu.

Menurutnya, mobil kebanggaan Indonesia ini sudah diproduksi lebih dari 100 unit dan disebar dari Sabang sampai Merauke.

“Produksi lebih dari 100 unit, sekarang yang digunakan di lapangan dua. Kelebihan, mobil ini kami rancang untuk daerah yang tidak ada infrastrukturnya. Contoh di daerah-daerah yang tidak ada infrastruktur seperti di perkebunan, pertambangan dan desa-desa,” jelasnya.

“Teman-teman di desa ini menggunakan mobil ini untuk menarik hasil panen. Dengan ada Fin Komodo ini mereka bisa bawa langsung ke masyarakat terdekat tanpa harus ada perantara dan digunakan dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Selain itu, mobil ini juga dikirim ke luar negeri dan digunakan juga di medan yang belum ada infrastrukturnya. “Afrika dan Malaysia juga,” ujarnya.

Selain itu, di Bandung juga banyak digunakan. “Bandung juga banyak, digunakan di tempat bencana dan rekreasi,” ucap Ibnu.

sumber: detik.com